Di antara satu atau dua tidaklah mudah. Berpuluh, beratus, beribu, berjuta, bermiliar, bahkan bertriliun faktor penentu hasilnya nanti. Tetapi memang, hanya
Ketika keputusan sudah telak ditetapkan dari hati yang paling dalam, dari pemikiran yang paling rumit, tetap juga terpatahkan oleh raungan-raungan kecil. Tinggallah
Yang memutuskan bukan mereka. Keputusan itu bukan untuk mereka. Namun nampaknya mereka terlalu memikirkan apa yang terjadi sekali lagi bukan pada mereka. Haruskah mereka repot karenanya? Jika tidak, untuk apa?
Marilah berdoa untuk kesadaran mereka di kemudian hari agar lebih bisa menghargai keputusan walau harus membuat mereka iri.
(From my opinion of course : Syrja'quote)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar