Taekwondo lagi.. Poomsae lagi..
Gb1. Peraih medali emas Poomsae beregu putera Sea Games XXVI
Sebagai pemula, aku
ngerasa agak bingung plus deg-degan kalo mau berlatih poomsae. Udah pernah nyoba beberapa
kali latihan, masih aja gerogi alias gugup. Sampe yang ngelatihnya bilang
"Santai aja! Jangan dijadiin beban. Gerakannya serius tapi santai" berulang kali.
Hahhaaahahhahaaa, dasar akunya aja.
Aku hapal sih gerakannya, tapi... yaaaaa begitulah. ckckcckk tahu
sendirilah maksudnya. Nggak tahan dong kalo gerakan poomsae-ku nggak ada
perubahan. Akhirnya, berpetualang deh di dunia laba-laba.
Beberapa tips berlatih poomsae yang aku dapet bisa dilihat di bawah ini :
Berlatih gerakan
Poomsae secara halus
Melatih Poomsae dengan halus artinya semua gerakan dikerjakan
dengan lambat. Dalam lambat akan ditemukan hubungan antara teknik dan
gerakannya. Seberapa lambat ? Pernah lihat daun yang jatuh dari pohon ? Ya,
seperti itu.
Dalam kelambatan akan kita temukan presisi dan akurasi. Setiap tangkisan,
serangan dan pergantian gerak dapat kita siapkan lebih baik.
Walaupun kita bergerak selambat daun kita tetap perlu merasakan benturan saat
menangkis dan benturan saat serangan kita mendarat disasaran.
Berlatih gerakan Poomsae dengan keras
Melatih Poomsae dengan keras ini bukan buat anda yang lemah dan kaku. Tidak
perlu meragukan kalori yang terbakar saat latihan ini. Kata kuncinya adalah :
paksa !
Paksa semua energi sejak awal gerakan sampai akhir rangkaiannya. Paksa
kecepatan anda, paksa seluruh kekuatan termasuk kuda-kuda. Sikap mental
anda haruslah tanpa ampun. Musuh yang mendekat, sial.
Memecah gerakan Poomsae menjadi beberapa bagian
Poomsae adalah suatu rangkaian gerak. Pecahlah rangkaian tsb. menjadi beberapa
bagian.
Skenario yang ada dalam Poomsae adalah kita menghadapi lawan. Lawan yang kita
hadapi adalah lebih dari satu. Pastikan setiap pecahannya hanya untuk 1
lawan.
Karena rata-rata teknik Poomsae adalah satu serang-balasan (counter-attack)
untuk setiap satu serangan, pastikan potongan yang kita ambil adalah setelah
satu counter-attack.
Pastikan juga bahwa potongannya adalah gerakan terakhir sebelum ganti arah.
Pembagian atau memecah Poomsae menjadi beberapa bagian akan memberikan
konsentrasi yang lebih total dibandingkan dengan mengerjakan semuanya
sekaligus.
Latihlah setiap satu pecahan yang mudah lebih sedikit, misalnya 10 kali saja.
Sedangkan untuk pecahan yang lebih sulit, kerjakan 30 kali.
Jangan tanya kenapa 10 ? Kenapa 20 ? Yang jelas, sesuatu yang sulit akan lebih
mudah jika kita pecah jadi bagian kecil. Tidak ada yang terlalu sulit setelah
kita sering melakukakannya.
Memahami apa yang
sedang kita kerjakan
Kita sering melihat orang mengerjakan gerakan Poomsae yang menurut kita aneh
dan tidak tahu apa yang sedang ia kerjakan. Sayangnya , kita tidak berusaha
mengetahuinya atau minimal bertanya.
Saat Poomsae, sikap mental kita haruslah seakan nyawa taruhannya. Tanpa
memahami situasi, jangan pernah berpikir untuk mencobanya saat anda
berkelahi. Kebelet ? Nanti saja sekarang kita sedang berantem.
Berpikir dengan
mental positif
Mengerjakan Poomsae saat ujian maupun saat pertandingan ada satu kesamaannya
yakni : penonton dan penguji/wasit. Penonton dan juga wasit/penguji bisa
merubah keadaan hati kita dari positif menjadi negatif.
Ini tantangan. Jika kita tidak siap, sering kata hati kita adalah, misalnya:
“ Aduuuh , banyak banget penontonnya “,
“ Saya akan mengerjakan ini secepatnya dan selesailah sudah “.
Sikap mental yang demikian merugikan dan tidak boleh ada didalam hati.
Cobalah membuat satu pedoman positif sejak pertama kita latihan Poomsae. Simpan
dan katakanlah segala yang positif tersebut - saat anda melangkah ke
arena.
Jika sikap mental positif seperti itu ada dalam pikiran kita maka ketika
penonton melihat anda melangkah atau sorot sorot mata anda saat masuk arenapun
akan terpukau.
Menjeda gerakan
Poomsae secara dramatis
Poomsae adalah rangkaian dari gerakan. Gerakan ini diatur dalam beberapa
skenario.
Jika kita tidak peduli akan jarak antara satu skenario dengan skenario lain
akibatnya, pertarungan dalam skenario itu seakan hanya berhadapan dengan satu
lawan.
Memainkan Poomsae tanpa jeda memberi kesan bahwa kita sedang melakukan
serangan ganda atau tangkisan ganda.
Terlalu sering kita melihat perpindahan dari satu lawan ke lawan yang lain
dikerjakan tanpa menengok ke arah serangan. Jika itu dikerjakan maka, mungkin,
pembuat skenario menganggap kita punya empat mata. Jeda antar skenario haruslah
dramatis sehingga jiwa dari keseluruhan skenario menjadi hidup.
Berlatih gerakan
Poomsae tanpa lengan
Seorang yang sedang mengerjakan Poomsae jarang yang terlihat buruk pada bagian
pinggang keatas. Karena kedua lengan kita letaknya dekat dengan mata maka
indera ini membantu kita lebih mudah melakukan gerakan dengan benar.
Sebaliknya, bagian pinggang dan kaki letaknya lebih jauh dari mata sehingga
lebih sulit untuk mengendalikannya.
Cobalah untuk melatih tehnik tanpa menggunakan lengan anda. Biarkan lengan
menjuntai tanpa tugas apapun. Aneh sih tapi saya sudah mencobanya.
Dengan melakukan semua gerakan tanpa lengan kita akan punya konsentrasi yang
lebih baik pada gerakan pinggang dan kedua kaki kita .
Menggunakan mata
aktor
Poomsae adalah “pertarungan bohongan” . Pertarungan antara kita dengan 4 atau
bahkan 20 lawan. Poomsae adalah semacam drama pendek. Drama memerlukan aktor
(aktris) yang handal.
Sebagai aktor atau aktris kita harus mampu memanipulasi emosi.
Mata seorang pendekar, begitulah judul lebay yang saya rasa pas untuk
ini.
Kita harus menciptakan suasana pertarungan dengan menjadikan mata sesuai dalam
menerjemahkan tehnik.
Gunakan mata , manipulasi emosi dengan melihat tendangan lawan, melihat lawan
yang lain dan melihat lawan yang jatuh dengan kepala pecah. Hahahaha …tidak
perlu sampai ada yang pecah kepalanya. Ini saya ralat.
Berusaha menendang
seelok mungkin
“Apapun makanannya, Teh Botol minumnya”.
Untuk membuat lawan tidak berkutik kita punya banyak pilihan tendangan. Tapi,
sesuai slogan minuman diatas, maka - yang pasti - tendangan yg berguna itu
wajib kena sasaran.
Nah ini masalahnya - jika kita sedang main Poomsae dan kita memperagakan
tendangan yang kena - biasanya kena “telor” atau tendangan ke bagian
bawah. Sayangnya, nilai yang akan didapat lebih rendah daripada tendangan
yang kena “matahari”.
Tendangan yang tinggi akan mendapat nilai yang lebih tinggi dan penonton
suka. Jadi bakal banyak “wooowww!!!” dari penonton.
sumber : http://taekwondojaksel.homestead.com/poomsae.html